Jumat, 16 Maret 2018

Pengantar Animasi Dan Desain Grafis




Apa yang dimaksud Desain Grafis ?


Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Desain Grafis berasal dari 2 buah kata yaitu Desain dan Grafis, kata desain berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang. Sedangkan grafis adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak mencetak. Jadi dengan demikian desain grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus atau sangat berguna dalam bidang gambar. Ilmu desain grafis mencakup seni visual, tipografi, tata letak dan desain interaksi.
Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (proportion) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.



Konsep Dalam Desain Grafis

Konsep adalah abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas dari suatu entitas, kejadian atau hubungan. Istilah konsep berasal dari bahasa latin conceptum, artinya sesuatu yang dipahami. Aristoteles dalam “The classical theory of concepts” menyatakan bahwa konsep merupakan penyusun utama dalam pembentukan pengetahuan ilmiah dan filsafat pemikiran manusia. Konsep merupakan abstraksi suatu ide atau gambaran mental, yang dinyatakan dalam suatu kata atau simbol. Konsep dinyatakan juga sebagai bagian dari pengetahuan yang dibangun dari berbagai macam kharakteristik. 
Secara singkat konsep adalah gambaran, rencana, rancangan yang menjadi awal dari pembuatan sesuatu karya Grafis. dalam dunia desain grafis sendiri ada beberapa konsep yang sering digunakan oleh para desainer diantaranya adalah: Beberapa konsep desain yang paling sering digunakan yaitu “Futurist concept design”, karena Arsitektur futuristik adalah arsitektur yang di desain dengan bentuk yang aneh dan berorientasi masa depan dan juga tidak lazim. Bentuk desain yang arsitektur futuristik ini bisa berbentuk kotak, bulat, atau tidak beraturan sekali atau berbentuk seperti badan hewan.
Futuristic merupakan trend fashion yang berarti trend masa depan.  Namun trend fashion futuristic sudah menjadi suatu style yang baru dan memberikan pengaruh pada setiap rancangan yang ada. Saat ini fashion futuristic style diibaratkan seperti suatu yang lebih dari sebuah desain modern. Desain futuristic style dapat terjadi dengan adanya permainan pola pola geometris. Memainkan komposisi  dari bentuk-bentuk geometri menjadi suatu komposisi yang dapat terlihat  beda dari desain-desain saat ini.
Futuristic mempunyai arti yang bersifat mengarah atau menuju  ke masa depan. futuristic pada bangunan berarti mengesankan bahwa  bagunan itu berorientasi ke masa depan atau bangunan itu selalu mengikuti  perkembangan jaman yang ditunjukkan melalui ekspresi bangunan. 
Gaya interior futuristic, tidak harus tampil kaku, dingin dengan  garis-garis lurus dan tegas. Gaya ini juga dapat pula menerapkan dasar  rancangan melalui bentuk geometris,seperti bentuk lengkung,lingkaran dan  bentuk lainnya yang asimetris serta desain yang unik,simple dan  berorientasi pada masa depan.Bentuk seperti ini akhirnya menajadi bagian dalam desain futuristic. 
Fleksibilitas dan kapabilitas bangunan adalah salah satu aspek futuristic, Fleksibilitas dan kapabilitas sendiri adalah kemampuan bangunan  untuk melayani dan mengikuti perkembangan tuntutandan persyaratan pada  interior itu sendiri. 
Implementasi pembentuk ruang:
1. Dinding. Konsep dinding menggunakan beberapa pengolahan ; 
§  Pengolahan pertama, dinding menggunakan plester semen lalu dilakukan proses finishing dengan menggunakann wall
    paint   dengan warna dan jenis yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.
§  Pengolahan yang kedua, yaitu dinding menggunakan treatment berbahan acrylic yang juga berfungsi sebagai
   pencahayaan ruang. Dan gypsum board yang di finishing dengan hpl berwarna putih dan juga berfungsi sebagai
   pencahayaan ruang karena adanya aplikasi lampu electroluminecent wire pada dinding.
§  pengolahan pada dinding ruang pagelaran fashion show yang memerlukan penangan tata suara khusus menggunakan
   sistem dinding dobel dan wall covering dengan pengaplikasian glass woll sebelum proses plester semen dan finishing
   dengan menggunakan foam ruber yang dilapisi lagi dengan kain jenis suede. Sehingga mampu meredam suara dengan
   baik.

2. Konsep Material.  Untuk dapat mendukung tema desain yang bersifat futuristic maka material utama yang digunakan dalam perancangannya adalah pemilihan material yang mencirikan masa depan (future) antara lain material – material yang dihasilkan melalui hasil proses industri seperti Penggunaan material stainless steel, clear glass, finishing kayu duco, finishing kayu laquer, acrylic, fnishing HPL, dan stone granit. Memadukan material – material ini pada material dinding, ceiling, dan lantai. Material lainnya yang digunakan adalah material yang memiliki sifat penyerap suara atau yang bersifat absorbent yang jauh lebih baik seperti penggunaan material lapisan karpet, karet padat, foam dan burgess steel . material – material ini akan diaplikasikan pada ruangan pagelaran fashion show dan ruangan yang memerlukan penanganan tata suara khusus lainnya dan dipadukan dengan material yang bersifat reflector

3. Konsep Warna.  Pengaplikasian warna pada elemen pembentuk ruang interior menggunakan warna warna netral sebagai analogi dari dunia teknologi, selain itu penggunaan warna – warna ini sama seperti sifat dari fashion itu sendiri yaitu selalu berkembang dan berubah – ubah. aplikasi warna putih dengan aplikasi warna dengan intensitas penuh sebagai aksen ruang. Penggunaan warna putih sebagai warna dasar dari konsep warna bertujuan untuk membuat sebuah objek menjadi lebih cerah, lapang dan luas.warna putih merupakan warna netral yang cocok diaplikasikan dengan warna apapun. menggunakan skema warna analogus pada perancangan fashion center ini yaitu menggunakan pemilihan warna yang berdekatan pada lingkaran warna. Pemilihan warna biru – ungu untuk menggenapi konsep skema warna ini. dengan skema warna ini memunculkan sifat warna yang selaras dan tidak membosankan, warna yang selaras adalah warna – warna yang seiringan dan pada lingkaran warna terletak berdekatan. Pemilihan warna netral dan tidak dekoratif pada perancangannya bertujuan untuk secara tidak langsung menjadi latar dari sebuah fashion yang ingin ditampikan paca fashion center ini. mengaplikasikan warna netral dengan aksen warna analogus dari biru – ungu dengan tujuan agar segala hal yang ditunjukan akan terlihat lebih menarik. Pemilihan konsep warna ini juga berdasarkan pendapat atau teori yang dikembangkan oleh pakar warna Sulasmi Darmaprawira W.A .


Berikut contoh desain interior futuristik:

Dalam dunia desain grafis sendiri ada beberapa konsep yang sering digunakan oleh para desainer selain “Futurist concept design” diantaranya adalah:
·       Artworks concept design









·       Cartoon concept design






   ·       Clean concept design

    ·       Corporate concept design








   ·       Dark concept design








·       Flat concept design
·       Geometric concept design
·       Grunge concept design
·       Minimalist concept design
·       Neutral concept design
·       Retro concept design
·       Paper concept design
·       Urban/Street concept design
·       Vector concept design
·       Vintage concept design
·       Pop Art concept design

Batasan Dalam Desain Grafis

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia. Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.

Unsur-Unsur Dalam Desain Grafis


Dalam dunia desain grafis, ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi keseluruhan desain yang dihasilkan. Salah satunya adalah unsur-unsur yang membentuk sebuah desain grafis. Unsur-unsur tersebut sangat mempengaruhi hasil desain grafis yang dibuat.

Garis (Line)

Garis merupakan unsur dasar dalam sebuah bentuk desain. Unsur garis adalah unsur yang merupakan titik/poin yang saling terhubung dengan titik/poin lainnya yang akan membentuk sebuah bentukan gambar garis seperti garis lurus, lengkung, zigzag, tidak beraturan, horizontal, vertikal, diagonal.
Bentuk/Bidang (Shape)
Shape adalah sebuah bentukan yang memiliki bentuk seperti lingkaran (circle), kotak (rectangle), segitiga (triangle) ataupun bentukan lain yang memiliki diameter tinggi dan lebar.

Tekstur (Texture)

Pada desain grafis, tekstur merupakan tampilan dari sebuah gambar (desain) yang pada visualisasi permukaannya memiliki suatu bentuk, corak dan pola yang bisa dilihat dan dicermati oleh mata bahwa permukaan gambar tersebut terlihat halus, kasar, lembut. Contohnya terlihat seperti permukaan kulit kayu, kain, dinding, canvas.

Ruang/Jarak (Space)

Space adalah ruang atau jarak antara elemen-elemen yang terdapat pada desain grafis. Elemen-elemen tersebut berupa object, background, dan text. Perpaduan antar elemen tersebut harus disesuaikan space-nya sehingga desain yang diperoleh akan membuahkan hasil yang maksimal karena memberikan kesan menarik dan profesional bagi mata yang melihat.

Ukuran (Size)

Ukuran adalah unsur yang sangat penting dalam desain grafis. Ukuran dalam hal ini adalah panjang dan pendek, tinggi dan rendah, serta besar dan kecilnya sebuah objek. Objek yang mau diperlihatkan lebih dulu (ditonjolkan) akan memiliki ukuran lebih besar dari objek lainnya yang tidak ditonjolkan. Sangat dianjurkan untuk melakukan pencocokan ukuran pada masing-masing objek atau teks yang ada pada setiap desain supaya tidak terlihat aneh tetapi terlihat lebih sedap dan mantap untuk dilihat. Contohnya deskripsi gambar tidak lebih besar dari gambar itu sendiri.

Warna (Color)

Warna juga adalah unsur yang sangat kompleks untuk diperhatikan. Pemilihan warna menentukan arah dan tujuan sebuah desain grafis, karena warna mewakili visual yang bisa dinilai oleh mata. Ketika mata melihat ke warna yang kurang cocok atau tidak sesuai maka otomatis desain yang dibuat akan ternilai tidak bagus atau tidak sesuai. Untuk itu perpaduan warna untuk sebuah desain sebaiknya hanya di padukan pada warna yang bisa menyatu dengan warna latar atau objek ataupun teks. Contohnya warna latar yang hitam bisa dipadukan dengan objek atau teks yang berwarna putih. Terlalu banyak warna juga akan menimbulkan kesan norak (memiliki warna yang terlalu banyak). Maka berhati-hatilah dalam memilih warna.

Gelap-terang (Value)

Value merupakan unsur yang menentukan sebuah desain menjadi lebih indah dipandang mata atau tidak. Value tersebut adalah gelap terangnya warna sebuah objek, background (latar), atau teks. Sebuah warna yang akan diterangkan dapat menghasilkan warna yang lebih muda, sebaliknya sebuah warna yang akan digelapkan dapat menghasilkan warna tua. Contohnya warna biru diterangkan akan menghasilkan warna biru muda, dan sebaliknya jika digelapkan akan menghasilkan warna biru tua. Begitu halnya dalam mendesain, harus ,memiliki keahlian dalam melakukan value pada desain yang dibuat dengan skala yang tepat dan sesuai dengan tujuan desain sehingga akan terlihat lebih profesional.

Beberapa Software Pendukung Desain Grafis




Corel draw adalah sebuah software / program aplikasi komputer yang rancang khusus untuk keperluan desain grafis terutama untuk keperluan editor grafik vektor. software ini dikembangkan oleh peusahaan perangkat lunak yang bernama Corel yang bermakas di Ottawa, Kanada. CorelDRAW dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengolahan gambar, software ini banyak digunakan pada pekejaan dibidang percetakan ataupun publikasi dan perkerjaan lain yang berhubungan dengan dunia visualisasi.



Adobe Photoshop

Adobe Photoshop adalah sebuah software yang digunakan untuk memperbaiki dan 
memodifikasi gambar atau foto secara profesional baik meliputi memperbaiki  obyek yang sederhana maupun yang sulit sekalipun. Photoshop memiliki tool dan efek yang lengkap sehingga dapat menghasilkan gambar atau foto yang berkualitas tinggi. Kelengkapan fitur yang ada di dalam Photoshop inilah yang membuat software ini banyak digunakan oleh desainer grafis profesional. Dan mungkin juga sampai saat ini masih belum ada software desain grafis lain yang bisa menyamai kelengkapan fitur dalam Photoshop.

Adobe Illustrator

Adobe Illustrator adalah Adobe Illustrator merupakan aplikasi untuk mengolah serta mengedit desain atau gambar vektor, dimana aplikasi ini dikembangkan dan dipasarkan oleh Adobe System. sepertihalnya corel dan photoshop, illustrator ini juga berfungsi sebagai alat pembuat, pendesain, pengedit gambar. Adobe Illustrator mengolah gambar berjenis vektor, dimana gambar tersebut akan tetap bagus walaupun dilakukan proses zooming atau scaling (diperbesar).


Adobe Indesign

Adobe InDesign adalah software yang dikeluarkan dan diproduksi perusahaan yang sama seperti adobe photoshop dan adobe Illustrator yaitu Adobe Systems. software ini biasa digunakan untuk membuat karya design seperti flyer, poster, majalah, brosur, buku, dan koran. software Ini juga mendukung ekspor ke SWF dan EPUB format untuk membuat E-book dan publikasi digital, termasuk majalah digital, dan conten yang cocok sebagai konsumsi pada komputer dan tablet. Selain itu, InDesign mendukung XML, style sheet, dan markup coding lainnya, sehingga cocok untuk mengekspor konten yang berupa teks ditandai untuk digunakan dalam format digital dan online lainnya.

Rabu, 22 November 2017

Teknologi pada sebuah Perusahaan PT. Telkom

Profile Perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero) biasa disebut Telkom Indonesia atau
Telkom saja adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Telkom mengklaim sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan jumlah pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon seluler sebanyak 104 juta.

Telkom merupakan salah satu BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (52,47%), dan 47,53% dimiliki oleh Publik, Bank of New York, dan Investor dalam Negeri. Telkom juga menjadi pemegang saham mayoritas di 13 anak perusahaan, termasuk PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Direktur Utama Telkom saat ini adalah Alex Janangkih Sinaga.

Telkom merupakan BUMN yang bergerak di bidang jasa layanan telekomunikasi dan jaringan di wilayah Indonesia dan karenanya tunduk pada hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Dengan statusnya sebagai Perusahaan milik negara yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham, pemegang saham mayoritas Perusahaan adalah Pemerintah Republik Indonesia sedangkan sisanya dikuasai oleh publik. Saham Perusahaan diperdagangkan di BEI, NYSE, LSE dan Public Offering Without Listing (“POWL”) di Jepang.
Visi, Misi Dan Tujuan

Visi
Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, Information, MediaEdutainment dan Services (“TIMES”) di kawasan regional.

Misi
§  Menyediakan layanan TIMES yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.
§  Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.

Visi dan Misi ditetapkan berdasarkan keputusan Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk No.09/KEP/DK/2012 pada tanggal 30 Mei 2012.
Corporate Culture       : The New Telkom Way
Basic Belief
                : Always The Best
Core Values
                : Solid, Speed, Smart
Key Behaviors
            : Imagine, Focus, Action
Teknologi yang dipake perusahaan PT. Telkom
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk., sejak tiga tahun lalu mulai mengaplikasikan teknologi big data. Namun, dengan penerapan bisnisnya baru kami mulai sejak tahun lalu. Pemanfaaatan teknologi big data di Telkom tentunya dalam jangka panjang teknologi ini diharapkan dapat menjadi dapat menjadi sumber pendapat bagi perusahaan yang dapat kami peroleh melalui tiga cara.
Pertama, big data ini tentunya menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan internal Telkom Group sendiri. Contoh pengaplikasiannya untuk mendukung bisnis Telkom. Big data ini dapat kami gunakan untuk mengetahui respons masyarakat terhadap produk-produk Telkom melalui analisis sentimen di media sosial. Hasil analisis ini membantu kami mengambil keputusan secara lebih tepat dan akurat, yang akhirnya akan membantu meningkatkan citra perusahaan di mata pelanggan.
Contoh lain, big data juga dapat membantu untuk melakukan analisis dan prediksi terhadap pelanggan yang akan menghentikan layanannya atau churn. Misalnya dengan melacak mana saja pelanggan yang pemakaiannya turun atau misalnya siapa saja pelanggan yang melakukan complain tiga kali dalam seminggu. Ini bisa kami tindak lanjuti dengan mendengarkan kebutuhan pelanggan serta melakukan pencegahan di awal.
Kedua, big data ini dapat memberikan customer experience kepada pelanggan, dengan cara memberikan pengalaman terbaik untuk setiap pelanggan kami. Karena melalui big data ini, kami dapat mengetahui karakter-karakter setiap pelanggan kami. Contohnya ya, pelanggan yang sedang mencari tiket pesawat murah tentu akan sangat terbantu jika kami bisa memberikan informasi promo tiket pesawat.
Dan yang terakhir, big data ini dapat digunakan untuk menunjang pertumbuhan di industri lain. Dalam hal ini kami melakukan dengan corporate customer dari industri lain. Misal, pertukaran data Telkom dengan sumber data lainnya. Atau Telkom bisa menjadi penyedia data analytics bagi instansi/lembaga pemerintah. Dalam hal ini kami sudah pernah membantu dalam di industri airlines, health care, beberapa pemerintahan di kota-kota.
Datanya ada yang bentuknya seperti video, text, images, email, dan binary. Pengupgradetannya dilakukan kalau sudah mencapai 80% artinya harus segera ditambah, tidak berdasarkan waktu dan penambahannya dilihat dari dinamika pertumbuhan. Tapi perlu diketahui, keunikan teknologi ini, tidak semua data kami simpan. Pada saat kami sudah menemukan behavior dari seseorang, maka agregat itu yang kami simpan. Sisanya dibuang, jadi tidak akan menumpuk.
Disini kebutuhan data Teranalisisnya ada 2 jenis data dalam Big Data yaitu data terstruktur, dan data tidak terstruktur. Data terstruktur adalah data yang terdapat pada Database, data warehouse yang sudah tersimpan dalam format tabel di database. Contohnya adalah data ERP, CRM, dan data warehouse. Sedangkan data tidak terstruktur adalah data yang langsung dihasilkan oleh aplikasi-aplikasi internet dan belum memiliki makna karena masih dalam format tidak terstruktur. Contohnya adalah data URL log, Social media, E-mail, Blog, Video, Audio serta data semantik. Saat ini data tidak terstruktur mencapai 90% dari data yang tersedia.
Dalam penggunaan Teknologi ini banyak tantangan yang harus di hadapi kami(Pt.Telkom). Dalam teknologi big data ada 4 elemen, yaitu data, people, proses, dan teknologi. Kalau soal data, kami tidak memiliki masalah, karena kami ada datanya. Kalau di sisi teknologi relatif tidak ada kendala karena itu mengingat teknologi dapat didapatkan dengan membeli atau kerjasama. Yang menjadi tantang yaitu SDM dan prosesnya.
Terkait SDM, ini mengacu kepada kompetensinya. Karena kompetensi ini perlu dikembangkan dari awal. Dalam hal dibutuhkan keahlian analytics, kreatvitas yaitu kemampuan/keterampilan untuk menentukan metode baru apa yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan menginterpretasi dan menganalisis data, keahlian pemrograman komputer, dan ketrampilan bisnis. Pemahaman tentang tujuan bisnis.
Kalau proses, ini berkaitan dengan budaya organisasi. Adanya big data ini, tentunya membutuhkan perubahan budaya organisasi. Sebelum adanya Big Data, seorang leader di perusahaan dalam menjalankan organisasi, melakukan pengambilan keputusan hanya berdasarkan ‘intuisi’ dari leader tersebut berdasarkan value, belief dan asumsinya. Namun apa yang terjadi setelah adanya teknologi Big Data,  “data-driven decision making” menjadi hal yang lazim digunakan oleh leader sebagai sumber informasi sebelum mengambil keputusan.
Keuntungan yang di dapat dengan adanya teknologi ini adalah membantu kami dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Karena, dalam pengambilan keputusan itu kebutuhkan data yang yang akurat dan informasi yang relevan. Big data itu membantu membuat kami tahu apa yang sebenarnya terjadi, sehingga kami dapat merespons dengan segera keadaan tersebut.
Big data ini mengurangi churn pelanggan broadband dari 5% menjadi 3%, migrasi rasio dari free ke berbayar untuk layanan Flashzone dari 11% bisa ditingkatkan menjadi 20%. Selain itu, big data juga membantu meningkatkan trafik Wifi Telkom dari 10% menjadi 50%, dan manfaat lainnya adalah cash collection ratio atau rasio kesuksesan pelanggan bayar, naik dari 90% menjadi 98%.
Rencana Selanjutnya PT.Telkom terkait big data yaitu kami ingin menjadi lebih bermanfaat tentunya untuk yang lain. Karena kan memang teknologi ini sudah terbukti memberikan kontribusi positif untuk kami. Jadi, kami juga ingin kalau ini dapat mendukung peningkatan indutri lain. Selanjutnya, kami juga ingin tawarkan hal ini ke pelanggan korporasi. Contoh, kalau ada perusahaan yang ingin iklannya tepat sasaran, maka Telkom bisa menyediakan berbagai data seperti profil pencarian pengguna internet. Jadi, klik iklan yang ditawarkan oleh suatu perusahaan bisa meningkat. Sebab kami memiliki semua data hobi pengguna internet.
Kami juga ingin teknologi ini juga dapat membantu pemerintah ya, seperti membantu mengakselarasi layanan publik menjadi lebih baik. Contohnya, big data ini menjadi bagian yang penting dalam pengimplementasian smart city, yang membuat kepala daerah dapat dengan mudah memonitor warganya, dalam upaya pengambilan keputusan tepat tentunya


Sumber :
https://novaandriatnas.wordpress.com/2015/10/11/profil-perusahaan-telkom-indonesia/

Kamis, 19 Oktober 2017

Implementasi sistem pakar di bidang robotika

Peng. Teknologi Sistem Cerdas

Implementasi sistem pakar di bidang robotika

Pada bidang robotika penerapan sistem pakar sangat jelas. Sebagaimana yang kita ketahui selama ini, robot merupaka suatu benda yang dapat bekerja secara otomatis. Baik bekerja berdasarkan program yang sudah diinputkan atau menerima input dalam bentuk sensor (gerak, cahaya, suhu, dll). Salah satu contoh yang sangat familiar di telinga kita adalah telah diciptakannya robot asimo oleh perusahaan otomotif berlabel Honda. Robot yang diciptakan perusahaan ini suatu bentuk implementasi dari sistem pakar. Salah satu tujuan pembangunan proyek ini adalah membangun robot yang pada masa mendatang dapat membantu manusia dalam mengerjakan tugas sehari-hari. Asimo dirancang dengan sangat canggih menyerupai tingkah laku manusia. Asimo yang terakhir diciptakan dapat membantu tugas manusia dalam beberapa bentuk. Asimo dapat membuatkan minuman. Asimo juga dapat mengisi baterai sendiri, asimo akan men-charge dirinya jika baterai mulai lemah. Asimo yang lain akan meneruskan tugasnya secara bergantian. Asimo terbaru juga sudah deprogram untuk proses sopan santun. Pada saat berpapasan dengan manusia pada jalan yang sempit, asimo akan mempersilakan manusia berjalan terlebih dahulu. Teknologi canggih lagi dari asimo adalah asimo dapat berjalan pada bidang yang miring dan menyeimbangkan dirinya.Sehingga pada saat membawa suatu barang pada bidang miring asimo dapat menjaga keseimbangannya agar tidak jatuh. Karya anak bangsa adalah robot penjinak bom yang digunakan oleh gegana. Tetapi robot ini bekerja berdasarkan input dari remote control. Bentuk lain adalah mesin-mesin pada pabrik. Pada barang elektronik seperti mesin cuci, pendingin ruangan, lemari es dan sebagainya. Pada elektronik rata-rata menggunaka fuzzy logic dalam mekanisme kerjanya. Pada contoh-contoh impementasi di sekitar kita. Kita dapat menyimpulkan bahwa terdapat beberapa keutungan dan kerugian sistem pakar pada bidang ini.

Keuntungannya antara lain :
a. Tugas manusia semakin ringan.
b. Tugas yang mengancam nyawa dapat diminimalisir dengan memanfaatkan robot.
c. Efisiensi waktu.
d. Membantu rumah tangga.
e. Kemajuan teknologi akan membuat generasi muda untuk berusaha menciptakan robot yang
    lebih pintar lagi.

Kerugiannya antara lain:
a. Manusia akan semakin malas, dengan era yang serba otomatis.
b. Pengurangan SDM jika pabrik-pabrik menggunakan mesin serba otomatis.
c. Jika tidak dapat mengambil positif dari teknologi robot ini maka akan membuat kehidupan
   yang ketergantungan.

Sumber :
https://naynaimah.wordpress.com/2013/12/29/contoh-sistem-pakar-dan-penerapannya/

Minggu, 28 Mei 2017

ITSM (Information Technology Service Management)


COBIT (Control Objectives for Information and related Technology ) Di PT Pertamina.

Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) adalah seperangkat praktik terbaik (kerangka) untuk teknologi informasi (TI) manajemen yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA), dan IT Governance Institute (ITGI). COBIT memberikan manajer,  auditor, dan pengguna TI dengan satu set secara umum langkah-langkah,  indikator,  proses dan praktik terbaik untuk membantu mereka dalam memaksimalkan manfaat yang diperoleh melalui penggunaan TI dan pengembangan tata kelola TI yang sesuai dan pengendalian dalam sebuah perusahaan.
COBIT pertama kali dirilis pada tahun 1996. Misinya adalah untuk meneliti, mengembangkan, mempublikasikan dan mempromosikan otoritatif, up-to-date, set internasional yang diterima secara umum untuk tujuan pengendalian teknologi informasi untuk sehari-hari digunakan oleh para manajer bisnis dan auditor.
Sejalan dengan perkembangan komponen elektronik yang sangat cepat, perkembangan TI juga menjadi semakin cepat. Hal tersebut mempunyai pengaruh dalam perkembangan industri perminyakan yang ada di Indonesia.
Pertamina yang merupakan Industri sekaligus perusahaaan perminyakan yang terbesar di Indonesia sangat membutuhkan teknologi Informasi demi kemajuan perusahaannnya. Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal itu, pertamina menerapkan metode COBIT dalam mengembangkan TI-nya. Untuk mengukur seberapa jauh keselarasan antara proses bisnis, aplikasi, dan strategi bisnis perusahaan, maka perlu dilakukan audit sistem informasi dengan standar COBIT 4.1. Standar COBIT dipilih karena dapat memberikan gambaran paling detail mengenai strategi dan pengaturan proses TI yang mendukung strategi bisnis.

Pendapat :

            COBIT memberikan manajer, auditor, dan pengguna TI dengan satu set secaraumum langkah- langkah,  indikator,  proses dan praktik terbaik untuk membantu mereka dalam memaksimalkan manfaat yang diperoleh melalui penggunaan TI dan pengembangan tata kelola TI yang sesuai dengan pengendalian dalam sebuah perusahaan.
COBIT mempunyai empat domain kerangka kerja, yaitu : perencanaan dan organisasi, akuisisi dan implementasi, pengiriman dan dukungan, serta pemantauan.
Sebuah perusahaan besar akan sangat bagus jika dalam pengendalian internal TI-nya menggunakan COBIT. Karena COBIT mempunyai kelengkapan dalam berbagai aspek untuk merancang, menjalankan dan memantau seluruh aktivitas-aktivitas bisnis yang berkaitan dengan TI. Tidak dipungkiri lagi bahwa sekarang perusahaan besar adalah perusahaan yang mampu mengendalikan TI untuk kemajuan perusahaannya.
Jadi semakin besar perusahaan maka akan semakin besar pula kemajuan TI-nya, dan semakin besar TI-nya maka perusahaan harus benar-benar tepat dalam menggunakan pengendalian TI-nya. Disini peran COBIT akan benar-benar efektif dan efisien.

           
Daftar Pusaka :

http://www.kompasiana.com/dwisantoso_vcc/makalah-manfaat-penggunaan-cobit_567fe81390fdfd5d0956ffba