Selasa, 05 April 2016

Tempat Wisata Favorit

Tempat Wisata Favorit



Candi Ratu Boko, Yogyakarta merupakan tempat yang paling berkesan yang pernah saya kunjungin, meskipun bukan yang pertama kalinya saya kesini. Alasannya kenapa berkesan karena di Yogyakarta banyak sekali tempat-tempat atau obyek wisata yang sangat indah dan ada salah satu kejadian atau kenanganlah yang tidak bisa saya lupakan sampai saat ini. Di daerah Yogyakarta banyak sekali saudara saya yang tinggal disini, jadi kalau saya pergi ke yogya tidak usah repot-repot bagi saya untuk mencari tempat penginepan(Hotel). Keraton Ratu Boko merupakan bangunan yang menyatu dengan alam yang berada kira-kira tiga kilometer disebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan dan 18 kilometer sebelah timur kota Yogyakarta. Keraton Ratu Boko merupakan sebuah kompleks bangunan arkeologi yang wajib untuk anda kunjungin, terletak pada ketinggian 196 meter diatas permukaan laut, kompleks bangunan yang tersusun dari batuan andesit ini sangat menarik untuk anda nikmati. Latar Belakangnya terdapat Gunung Merapi yang menjulang tinggi di sisi utara dan perbukitan yang diselingi dangan sawah hijau-hijau yang dapat menambah suasana pemandangan yang sangat indah. Dengan bentuk arsitektur yang menawan, dimana terdapat sentuhan Budha dan Hindu saling bersanding mengsisi satu sama lainnya, yang menyiratkan sebuah harmoni.

Dengan luas sekitar 250.000 meter persegi, Keraton Ratu Boko merupakan salah satu maha karya arsitektural bangsa Indonesia pada zaman dahulu Keteraturan dalam penataan bentuk fisik dan fungsi suatu bangunan, serta keseimbangan dengan alam sekitarnya merupakan prinsip yang mendasari pembangunan Keraton Ratu Boko. Kompleks Keraton Ratu Boko yang dibangun mengikuti kontur perbukitan ini, sehingga kita harus sedikit mengeluarkan tenaga ekstra saat menjelajahinya, terbagi ke dalam empat bagian, yaitu bagian barat, bagian tengah, bagian timur, dan bagian tenggara. Sejauh mata memandang, bagian barat merupakan suatu perbukitan yang dipenuhi pepohonan. Bagian tengah diisi oleh gapura utama berbentuk paduraksa dengan pintu utama yang diapit oleh dua pintu pendamping. Untuk memasukinya, kita harus menaiki anak tangga yang relatif cukup tinggi. Kemudian, lapangan rumput yang menghijau terhampar luas, Candi Pembakaran yang juga disebut sebagai candi batu putih karena memang tersusun dari batu gamping, kolam, batu berumpak, dan Paseban yang berfungsi sebagai ruang tamu untuk menghadap raja kala itu. Sementara itu, bagian timur meliputi kompleks Gua Lanang dan Gua Wadhon yang dulu dibuat dengan cara melubangi batuan sedimen Breksi Pumis, stupa Akshobya, dan kolam. Pendopo, bala-balai, tiga candi kecil, kolam, dan kompleks Keputren berdiri di bagian tenggara.


Sekilas tentang riwayat Keraton Ratu Boko
Situs Ratu Boko pertama kali dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790, yang menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Bukit ini sendiri merupakan cabang dari sistem Pegunungan Sewu, yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga daerah Tulungagung. Seratus tahun kemudian baru dilakukan penelitian yang dipimpin oleh FDK Bosch, yang dilaporkan dalam Keraton van Ratoe Boko. Dari sinilah disimpulkan bahwa reruntuhan itu merupakan sisa-sisa keraton

Pahlawan Nasioanal Favorit

Pahlawan Nasioanal Favorit


Bung Tomo (Sutomo)

Bung Tomo (Sutomo) merupakan tokoh pahlawan nasional yang saya favoritkan, karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Sekilas Tentang Bung Tomo (Sutoma) 

Sutomo (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 – meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun). lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo. Sutomo dilahirkan di Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan, sebagai staf pribadi di sebuah perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda. Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang. Ibunya berdarah campuran Jawa Tengah, Sunda, dan Madura.dan batak Ayahnya adalah seorang serba bisa. Ia pernah bekerja sebagai polisi di kotapraja, dan pernah pula menjadi anggota Sarekat Islam, sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi distributor lokal untuk perusahaan mesin jahit Singer.

Minggu, 03 April 2016

Makanan Favorit Bakso

BAKSO  (ILMU BUDAYA DASAR)





Bakso atau baso adalah jenis bola daging yang lazim ditemukan pada masakan Indonesia. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga bakso yang terbuat dari daging ayamikan, atauudang bahkan daging kerbau. Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mibihuntaogetahu, terkadang telur dan ditaburi bawang goreng dan seledri. Bakso sangat populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia; dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran besar. Berbagai jenis bakso sekarang banyak ditawarkan dalam bentuk makanan beku yang dijual di pasar swalayan ataupun mal-mal. Irisan bakso dapat juga dijadikan pelengkap jenis makanan lain seperti mi gorengnasi goreng, atau cap cai.

Asal Mula Bakso
Bakso memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dari istilah 'bakso' berasal dari kata Bak-So, dalam Bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti 'daging giling'. Karena kebanyakan penduduk Indonesia adalah muslim, maka bakso lebih umum terbuat dari daging halal seperti daging sapi, ikan, atau ayam. Kini, kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiri dan Malang. Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Malang. Bakso Malang dan bakso Solo adalah masakan bakso dan disajikan dengan khas Jawa. Bakso berasal dari China tetapi berbeda dengan bakso Malang dan Solo. Bakso China biasanya terbuat dari babi atau makanan laut dan warnya agak kecokelatan serta bentuknya tidak bulat sekali. Sedangkan bakso Malang dan Solo terbuat dari daging sapi, berwarna abu abu dan bentuknya bulat sekali. Bakso China biasanya tidak disajikan dengan kuah melimpah berbeda dengan bakso Malang dan Solo yang disajikan dengan kuah melimpah.

Bakso juga mempunyai banyak variasi, berikut ini saya akan memberikan contohnya :
  • Bakso urat: bakso yang diisi irisan urat atau tendon dan daging tetelan kasar
  • Bakso bola tenis atau bakso telur: bakso berukuran bola tenis berisi telur ayam rebus
  • Bakso gepeng: bakso berbentuk pipih
  • Bakso ikan: bakso berbahan daging ikan
  • Bakso udang: bakso berbahan dari udang
  • Bakso Malang: hidangan bakso dari kota Malang, Jawa Timur; lengkap dengan mi kuning, tahu, siomay, dan pangsit goreng. Pedagang bakso Malang yang terkenal adalah Henky Eko Sriyantono pemilik Bakso Malang Kota Cak Eko.
  • Bakso Karimunjawa atau lebih dikenal Bakso Ikan Ekor Kuning adalah bakso yang bahannya berasal dari Ikan Ekor Kuning.
  • Bakso Solo dan Bakso Wonogiri: hidangan bakso yang berasal dari Solo dan Wonogiri, bentuknya lebih kecil dari bakso Malang dan tidak selengkap bakso Malang. Tetapi bakso Solo dan Wonogiri memiliki rasa khas sapi yang kuat. Bakso Solo dan Wonogiri terdapat campuran irisan daging sapi atau tetelan. Pedagang bakso Wonogiri yang terkenal adalah Ki Ageng Widyanto Suryo pemilik Bakso Lapangan Senayan.
  • Bakso keju: bakso resep baru berisi keju
  • Bakso bakar: bakso yang diolesi bumbu khusus dan dibakar langsung (tanpa arang) dan disediakan bersama potongan ketupat dan kuah kaldu yang hangat dan bumbu kacang. Biasanya bumbu oles sebelum dibakar merupakan salah satu yang menentukan enak atau tidaknya bakso bakar.
  • Bakso kerikil : bahan daging relatif sama dengan bakso-bakso pada umumnya, namun ukuran bakso ini lebih kecil hingga disebut bakso kerikil.
  • Bakso Balungan: bahan dasarnya tulang
  • Bakso Unyil: bahan dasarnya daging sapi digiling tetapi ukuran bulatannya seukuran kelereng
  • Bakso tahu goreng (disingkat Batagor): bahan dasarnya daging sapi; penyajian dikombinasi/dicampurkan dengan tahu goreng. Bakso jenis ini banyak dijumpai di kota BandungJawa Barat.

Wayang Favorit (ILMU BUDAYA DASAR)

WAYANG CEPOT





Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Pertunjukan ini juga populer di beberapa daerah seperti Sumatera dan Semenanjung Malaya juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu.
UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).
Sebenarnya, pertunjukan boneka tak hanya ada di Indonesia karena banyak pula negara lain yang memiliki pertunjukanboneka. Namun pertunjukan bayangan boneka (Wayang) di Indonesia memiliki gaya tutur dan keunikan tersendiri, yang merupakan mahakarya asli dari Indonesia. Untuk itulah UNESCO memasukannya ke dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia pada tahun 2003.
Tak ada bukti yang menunjukkan wayang telah ada sebelum agama Hindu menyebar di Asia Selatan. Diperkirakan seni pertunjukan dibawa masuk oleh pedagang India. Namun, kegeniusan lokal dan kebudayaan yang ada sebelum masuknya Hindu menyatu dengan perkembangan seni pertunjukan yang masuk memberi warna tersendiri pada seni pertunjukan di Indonesia. Sampai saat ini, catatan awal yang bisa didapat tentang pertunjukan wayang berasal dari Prasasti Balitung pada Abad ke 4 yang berbunyi si Galigi mawayang
Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia dan menyesuaikan kebudayaan yang sudah ada, seni pertunjukan ini menjadi media efektif menyebarkan agama Hindu. Pertunjukan wayang menggunakan cerita Ramayana dan Mahabharata.
Para Wali Sembilan di Jawa, sudah membagi wayang menjadi tiga. Wayang Kulit di timur, wayang wong di jawa tengah dan wayang golek di Jawa barat. Adalah Raden Patah dan Sunan Kalih Jaga yang berjasa besar. Carilah wayang di Jawa Barat, golek ono dalam bahasa jawi, sampai ketemu wong nya isi nya yang di tengah, jangan hanya ketemu kulit nya saja di Timur di wetan wiwitan. Mencari jati diri itu di Barat atau Kulon atau kula yang ada di dalam dada hati manusia. Maksud para Wali terlalu luhur dan tinggi filosofi nya. Wayang itu tulen dari Jawa asli, pakeliran itu artinya pasangan antara bayang bayang dan barang asli nya. Seperti dua kalimah syahadat. Adapun Tuhan masyrik wal maghrib itu harus di terjemahkan ke dalam bahasa jawa dulu yang artinya wetan kawitan dan kulon atau kula atau saya yang ada di dalam. Carilah tuhan yang kawitan pertama dan yang ada di dalam hati manusia. (sik)
Demikian juga saat masuknya Islam, ketika pertunjukan yang menampilkan “Tuhan” atau “Dewa” dalam wujud manusiadilarang, munculah boneka wayang yang terbuat dari kulit sapi, di mana saat pertunjukan yang ditonton hanyalah bayangannya saja. Wayang inilah yang sekarang kita kenal sebagai wayang kulit. Untuk menyebarkan Islam, berkembang juga wayang Sadat yang memperkenalkan nilai-nilai Islam.
Ketika misionaris Katolik, Bruder Timotheus L. Wignyosubroto, FIC pada tahun 1960 dalam misinya menyebarkan agama Katolik, ia mengembangkan Wayang Wahyu, yang sumber ceritanya berasal dari Alkitab.
 setelah pembahasan (sejarah wayang) yang telah saya sampaikan diatas, nah selanjutnya saya akan memberikan salah satu contoh daftar tokoh wayang, sebagai berikut:

Punakawan

Punakawan adalah para pembantu dan pengasuh setia Pandawa. Dalam wayang kulit, punakawan ini paling sering muncul dalam goro-goro, yaitu babak pertujukan yang seringkali berisi lelucon maupun wejangan.

Versi Jawa Tengah dan Jawa Timur (wayang kulit/wayang orang) punakawan

  1. Semar
  2. Gareng
  3. Petruk
  4. Bagong
  5. Togog
=== Versi Jawa Tengah-
  1. Semar
  2. Gareng
  3. Petruk
  4. Bawor

Versi Jawa Barat (wayang golek)

  1. Semar
  2. Cepot atau Astrajingga
  3. Dawala
  4. Gareng
  1. Semar
  2. Cungkring
  3. Gareng
  4. Curis Sekarpandan
  5. Bagong
  6. Bagal Buntung
  7. Dawala
  8. Ceblok

Bali

  1. Tualen
  2. Merdah
  3. Sangut
  4. Delem

Teman para Punakawan

  1. Togog
  2. Bilung
  3. Limbuk
  4. Cangik

nah dari contoh yang diatas saya lebih suka sama wayang cepot, kalo ditanya kenapa saya suka sama wayang cepot karena Ia adalah sosok wayang yang penuh selera humor dan sudah menjadi ikon dari wayang golek. Sampai-sampai ada yang bilang, “Bukan orang Sunda namanya jika belum mengenal Si Cepot”.

Si Cepot atau yang dalam pewayangan mempunyai nama Astrajingga merupakan salah satu tokoh yang terdapat dalam dunia pewayangan, khususnya dalam kesenian wayang golek. Dia ini mempunyai wajah yang merah dengan gigi bawahhnya yang besar dan menonjol ke atas. Warna wajahnya yang merah ditafsirkan kitab wayang sebagai cerminan karakter yang buruk. Si Cepot ini mempunyai ciri khas suka ngabodor (bercanda). Cepot merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang terlahir dari pasangan Semar Badranaya dan Sutiragen. Dia mempunyai dua adik, yakni Dawala yang berhidung panjang dan Gareng yang berhidung bulat.

Nama Astrajingga sendiri berasal dari dua kata, yakni sastra yang berati tulisan dan jingga yang berarti merah yang melambangkan kelakuan yang buruk. Jadi Astrajingga merupakan cerminan karakter yang berkelakuan buruk seperti nilai rapor yang memiliki nilai merah. Tapi uniknya, meskipun Si Cepot sangat konyol dan selalu membuat jengkel, kehadirannya dalam suatu pertunjukan wayang malah selalu dinantikan. Karena kelucuan Si Cepot berdasarkan pada norma-norma, nilai-nilai, dan sikap hidup, sehingga kelucuannya mampu diterima oleh semua kalangan. Humornya juga sering menyentuh kehidupan sehari-hari. Dia merupakan tokoh yang sangat setia, kemanapun ayahnya pergi dia selalu menemaninya. Bahkan dia sangat setia pada negaranya, kesetiaannya ditunjukan saat bertarung mati-matian dengan buta hijau, antek kurawa demi membela negaranya.
Karena wataknya yang suka bercanda, banyak orang yang menyukai tokoh ini dan membuat Si Cepot menjadi terkenal. Dia ini tak pandang bulu dalam bercanda, Siapa saja bisa menjadi bahan candaannya, mulai dari para ksatria maha sakti, raja, sampai para dewa di langit. Tetapi dibalik humornya, Si Cepot ini selalu memberi nasihat dan petuah, tak jarang ia juga memberi kritikan pada pemerintah. Perilaku dan ucapannya selalu mengajarkan kita untuk bergotong royong, setia, selau ceria, dan membela kebenaran. Oleh karena itu, dalang biasanya menggunakan Si Cepot untuk menyampaikan pesan-pesan seperti kritik maupun petuah dengan sindiran yang disampaikan sambil guyon, agar bisa diterima oleh banyak orang.
Si Cepot beserta ayahnya dan kedua adiknya ini termasuk ke dalam tokoh wayang Punakawan, yakni tokoh abdi yang bertugas menasihati atau memberi petuah bijak bagi para Pandawa. Dalam suatu pertunjukan wayang golek, para tokoh ini biasanya ditampilkan pada bagian tengah cerita, ini dimaksudkan untuk membuat penonton lebih rileks dan bisa tertawa saat cerita mulai serius dan tegang.
Dalam cerita pewayangan Si Cepot ini biasanya menemani para ksatria, terutama Arjuna dan Madukara. Dia juga bisa bertempur seperti ksatria, senjata andalannya dalam berperang berupa Bedog (Golok).
Memang sangat unik wayang yang satu ini. Banyak hal yang patut dicontoh darinya. Di balik pribadi Cepot yang lucu dan suka membuat geger politik dengan tingkah laku yang nyeleneh, dia juga selalu punya pesan moral yang begitu bagus. Cepot merupakan cerminan rakyat jelata yang mempunyai sikap santai, setia, humoris, namun juga berani membela kebenaran.

Minggu, 29 November 2015

MASYARAKAT PERKOTAAN - ISD

MASYARAKAT PERKOTAAN - ISD





A. PENGERTIAN MASYARAKAT

Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia :

1.      Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan
      menghasilkan kebudayaan.
2.      Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan
         organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok
         yang terbagi secara ekonomi.
3.      Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi
   yang merupakan anggotanya.
4.      Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif
         mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah
         tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam
         kelompok / kumpulan manusia tersebut.

Berikut ini adalah beberapa pendapat para sarjana tentang arti masyarakat, misalnya:
1.      R. Linton : seorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berfikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.
2.      M. J. Herskovits : mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
3.      J. L. Gillin dan J. P. Gillin : mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia terbesar dan mempunyai kebasiaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.

Masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil.
1.    S. R. Steinmentz : seorang sosiolog bangsa Belanda mengatakan, bahwa masyakat adalah kelompok manusia yang terbesar, yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai perhubungan yang erat ada teratur.
2.    Hasan Sadily : mendefinisikan masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa
      manusia, yang dengan pengaruh bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain.

Syarat-syarat Menjadi Masyarakat
Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpolan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat.

1.      Ada sistem tindakan utama.
2.      Saling setia pada sistem tindakan utama.
3.      Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
4.      Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.


B. PENGERTIAN MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan sering disebut juga sebagai urban community, pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupan seta ciri-ciri kehidupan yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Pada mulanya masyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat pedesaan, dan pada akhirnya masyarakat pedesaan tersebut terbawa sifat-sifat masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya.
Secara umum, masyarakat perkotaan sosialisasinya sudah berkurang dan kepribadiannya beragam. Kurangnya rasa sosialisasi karena masyarakat perkotaan sudah sibuk dengan kepentingannya masing-masing, sedangkan dari kepribadiannya masyarakat perkotaan kebanyakan sedikit stress karena banyaknya target/pencapaian yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu. Pola interaksi masyarakat perkotaan lebih ke motif ekonomi, politik, pendidikan, dan terkadang hierarki dan bersifat vertikal serta individual. Pola solidaritas sosial masyarakat perkotaan terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat. Walaupun begitu, tidak semua masyarakat perkotaan seperti apa yang dijelaskan di atas.Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
      1. Kehidupan keagaamaan kurang apabila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di
    pedesaan.
      2.  Pada umumnya orang kota mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
    kehidupan keluarga dikota sukar untuk disatukan karena perbedaan kepentingan, agama, paham
    politik dsb.
      3. Pembagian kerja dalam masyarakat kota jauh lebih tegas dan mempunyai batas-batas nyata.
      4.  Kemungkinan mendapatkan pekerjaan lebih banyak diperoleh.
      5.   Jalan pikiran yang rasional, menyebabkan interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada kepentingan
          dari pada faktor pribadi.
      6.  Jalan kehidupan yang cepat di kota menyebabkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota.  
7    7.  Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata sebab kota lebih terbuka dalam menerima
          pengaruh dari luar.

                     Hal tersebutlah yang membedakan antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh karena itu, banyak orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari ketenangan, sedangkan sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.

                        Disamping itu, masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan saling berhubungan. Masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena di antara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur-mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu dikota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak.

Tipe Masyarakat
Tipe masyarakat terbagi kedalam 2 golongan yaitu:


a. Masyarakat terbuka
    Dalam menerima perubahan, pada masyarakat terbuka dapat dibedakan menjadi 2 kelompok,
    yaitu:

   1. Masyarakat yang menerima perubahan dengan seleksi
       Dalam tipe masyarakat yang demikian, perubahan yang ada disikapi dengan sikap selektif.
       Artinya perubahan yang membawa dampak positif bagi nilai-nilai di masyarakat tersebut
       akan diterima dengan terbuka, sebaliknya perubahan yang dapat merusak norma-norma
       sosial yang ada ditolak keberadaannya. Masyarakat seperti ini tergolong masyarakat modern.

   2. Masyarakat yang menerima perubahan tanpa seleksi
       Semua unsur-unsur yang masuk dalam masyarakat dianggap baik dan lebih maju, sehingga
       perlu diikuti terutama unsur-unsur budaya dari dunia barat. Hal ini karena perkembangan
       ilmu dan teknologi mereka sangat maju dan cepat perkembangannya. Keadaan ini membuat
       sebagian masyarakat lupa bahwa semua yang datang dari barat merupakan hal-hal yang
       modern. Proses menerima semua unsur-unsur barat tanpa seleksi disebut Westernisasi.

b. Masyarakat tertutup
            Masyarakat tertutup sulit menerima perubahan. Mereka berpikiran bahwa perubahan akan
    menyebabkan hilangnya keaslian budayanya. Mereka menutup diri akan perubahan,
    adakalanya mereka menerima perubahan, namun sifatnya terbatas bahkan ada yang tidak mau
    menerimanya sama sekali. Mereka tidak mau bergaul dengan masyarakat luar. Contoh :
    Masyarakat Papua, masih ada suku-suku yang hampir belum mengalami perubahan,
    kehidupan mengembara di hutan, mengumpulkan makanan berupa daun-daunan, berpindah
    dari satu tempat ke tempat lain, dan mereka belum menggunakan pakaian.

 Perbedaan kota dengan desa



Dalam menentukan suatu masyarakat sebagai kota atau desa dapat dilihat dari ciri-cirinya seperti :
a. Jumlah kepadatan peduduk, kota memiliki penduduk yang lebih banyak daripada desa.
b. Lingkungan hidup di pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas, lingkungan perkotaan
    sebagian besar dilapisi beton dan aspal.
c. Mata pencaharian masyarakat desa berada pada sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris,
    sedangkan kota sektor ekonomi sekunder yaitu industri, dan ekonomi tersier yaitu bidang
    pelayanan jasa.
d. Corak kehidupan sosial di desa masih homogen, sebaliknya di kota sangat heterogen karena
    disana saling bertemu suku bangsa, agama, kelompok dan masing-masing memliki
    kepentingan berlainan.
e. Stratifikasi sosial di kota jauh lebih komplek dibanding desa. Misalnya mereka yang memiliki
    keahlian pekerjaan yang memerlukan banyak pemikiran memiliki kedudukan dan upah yang
    tinggi dibanding tenaga kasar. Hal ini berakibat perbedaan yang menyolok antara kaya dan
    miskin.
f. Mobilitas sosial di kota jauh lebih tinggi dibanding desa, baik secara vertikal yaitu perpindahan
   kedudukan yang lebih tinggi atau rendah, maupun perpindahan kedudukan yang setingkat atau
   horizontal.
g. Pola interaksi pada masyarakat pedesaan adalah motif-motif sosial, dalam interaksi sosial
    selalu diusahakan agar kesatuan sosial tidak terganggu, konflik atau pertentangan sosial sebisa
    mungkin dihindarkan. Sebaliknya pada masyarakat perkotaan dalam interaksi lebih
    dipengaruhi oleh ekonomi daripada motif sosial. Selain itu juga motif non sosial seperti
    politik, pendidikan.
h. Solidaritas sosial di desa lebih tinggi dibanding kota
i. Sedangkan dalam hirarki sistem administrasi nasional kedudukan kota lebih tinggi daripada
   desa, semakin tinggi kedudukan suatu kota dalam hirarki tersebut maka kompleksitasnya
   semakin meningkat/ makin banyak kegiatan disana.

Hubungan desa dengan kota
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali, karena terdapat hubungan erat yang bersifat ketergantungan. Kota tergantung dengan desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan dan desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota. Sebaliknya kota menghasilkan barang-barang yang diperlukan oleh orang desa seperti pakaian, alat dan obat pembasmi hama pertanian, obat untuk memelihara kesehatan, alat transportasi, tenaga-tenaga dibidang jasa seperti tenaga medis, montir-montir elektronika dan tenaga yan dapat membimbing dalam upaya meingkatkan hasil pertanian, peternakan, perikanan.

Aspek positif dan negatif
Untuk menunjang aktivitas serta memberikan suasana aman, tentram, nyaman, bagi warganya,
kota diharuskan menyediakan fasilitas kehidupan dan mengatasi berbagai masalah yang timbul
sebagai akibat warganya.
       a) Suatu lingkungan perkotaan setidaknya mengandung 5 unsur yang meliputi :
     Wisma, mengembangakan daerah perumahan sesuai dengan pertambahan penduduk serta
     memperbaiki lingkungan perumahan yang telah ada.
       b) Karya, yaitu penyediaan lapangan kerja. Dapat dilakukan dengan enyediaan ruang untuk kegiatan
           perindustrian, perdagangan, pelabuhan, terminal serta kegiatan lain.
       c) Marga, unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan
           antara suatu tempat dengan tempat lain dalam kota atau dengan kota-kota daerah lainnya. Dalam
           unsur ini termasuk :
     • Pengembangan jaringan jalan dan fasilitasnya ( terminal, parkir dll)
     • Pengembangan jaringan telekomunikasi sebagai bagian dari sistem transportasi dan
              komunikasi kota.
       d) Memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan
           kesenian.
       e) Penyempurnaan yaitu unsur yang merupakan bagian penting bagi kota, termasuk fasilitas
           keagamaan, perkuburan kota, fasilitas pendidikan dan kesehatan, jaringan utilitas/ keperluan
           umum.

Kelima unsur pokok ini merupakan pola pokok dari komponen-komponen perkotaan yang kauantitas dan kualitasnya kemudian dirinci dalam perencanaan suatu kota. Kebijaksanaan perencanaan dan pengembangan kota harus dapat dalam kerangka pendekatan yang luas yaitu pendekatan regional. Rumusan pengembangan kota seperti itu tergambar dalam pendekatan penanganan masalah kota sebagai berikut :

1. Menekan angka kelahiran
2. Mengalihkan pusat pembangunan pabrik/industri ke pinggir kota
3. Membendung urbanisasi
4. Membangun kota satelit
5. Meningkatkan fungsi dan peranan kota-kota kecil atau desa-desa yang telah ada disekitar kota
    besar
6. Transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan

KESIMPULAN

Dari pembahasan yang telah saya bahas diatas dapat disimpulkan bahwa Karakteristik Etika Masyarakat Perkotaan adalah masyarakat yang tinggal di tengah-tengah kota, gaya hidup individual, jalan pikiran yang rasional dan tidak terikat oleh adat atau norma tertentu dan masyarakat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 
      1. Kehidupan keagaamaan kurang apabila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di
    pedesaan.
      2.  Pada umumnya orang kota mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
    kehidupan keluarga dikota sukar untuk disatukan karena perbedaan kepentingan, agama, paham
    politik dsb.
      3. Pembagian kerja dalam masyarakat kota jauh lebih tegas dan mempunyai batas-batas nyata.
      4.  Kemungkinan mendapatkan pekerjaan lebih banyak diperoleh.
      5.   Jalan pikiran yang rasional, menyebabkan interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada kepentingan
          dari pada faktor pribadi.
      6.  Jalan kehidupan yang cepat di kota menyebabkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota.  
7    7.  Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata sebab kota lebih terbuka dalam menerima
    pengaruh dari luar.


Sumber 

https://yellowreddk.wordpress.com/2015/01/07/ilmu-sosial-dasar-masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat-perkotaan/
https://lorentfebrian.wordpress.com/perbedaan-masyarakat-kota-dengan-masyarakat-desa/
http://annasnj.blogspot.co.id/2014/12/tugas-3-isd-bab-vii-masyarakat-pedesaan.html